Hal Positif Anak Dalam Mengikuti Suatu Perlombaan

ditulis oleh : Sri Paryati Tuesday, 30 December 2014 0 comments
Semangat Belajar Menuntut Ilmu  
Bimbingan Belajar Anak - Pada tanggal 19 desember 2014 kemarin, pertama kalinya Qiral mengikuti lomba membaca dan mewarnai.  Seperti anak anak yang lainnya, jika akan ada event pada hari tertentu maka jauh jauh hari sudah mempersiapkan diri dan sibuk dengan peralatan yang diperlukan.

Setiap malam qiral mengasah kemampuan bacanya dengan membaca apapun tulisan yang ada di depannya. Entah dari koran, bungkus makanan, buku kerja papanya, dll. Meskipun terkadang jika menemukan kata yang terdiri dari huruf-huruf konsonan dobel, dia belum bisa membacanya dengan benar, inilah tugas mama untuk membenarkannya.

Semangat untuk mengikuti lomba memang patut diacungi jempol.  Mama juga tidak khawatir kalau nantinya qiral akan "mlempem" di hari "H" nya.  Mama yakin bahwasanya dia akan pecaya diri dan tidak tergantung dengan mama di kompetisi tersebut.

Meskipun tidak menjadi juara 1 atau 2 atau 3 dalam perlombaan akan tetapi banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dalam mengikuti perlombaan pada anao anak.

Beberapa hal positif yang bisa dipetik diantaranya adalah:
  • Menumbuhkan semangat belajar anak untuk menjadi yang terbaik pada saat perlombaan tersebut. Hal ini akan membuat anak menjadi lebih semangat belajar untuk mempersiapkan diri dalam kompetisi.
  • Mendidik anak menjadi lebih berani.  Pada saat anak mengikuti perlombaan mewarnai tentu saja orangtua tidak diperbolehkan untuk berada disampingnya. Hal ini akan membuat anak belajar berani mengambil keputusan sendiri dengan mewarnai sesuai dengan apa yang ada di pikiran nya.
  • Mendidik anak untuk lebih percaya diri.  Ketika anak mengikuti lomba baca, maka satu per satu anak diharapkan maju diatas panggung untuk membaca kata kata pendek ataupun kalimat sesuai dengan level atau tingkat baca mereka. Disinilah kepercayaan diri anak bisa dilihat karena harus berdiri di depan banyak orang serta para juri yang menilainya.
  • Dalam setiap kompetisi anak ( perlombaan anak ) janganlah mencari kemenangan untuk menjadi juara. Akan tetapi hal hal positif yang ada di balik perlombaan itulah yang bisa kita ( orangtua ) petik. Jangan pernah memaksa anak mengikuti perlombaan untuk bisa memenangkannya, terlebih memarahinya jika kalah.
Suasana Sebelum Lomba Membaca BIMba-AIUEO
Semoga bermanfaat ya....

Baca Selengkapnya ....

Mengapa Anak Belum Bisa Mandiri ?

ditulis oleh : Sri Paryati Tuesday, 23 December 2014 1 comments
Sarapan Pagi dengan Mie Instan 
Bimbingan Belajar Anak - Banyak sekali pertanyaan yang timbul dari diri orangtua ketika anaknya yang sudah beberapa lama masuk ke Lembaga Pendidikan tetapi masih belum bisa beradaptasi dengan lingkungan belajar, belum bisa mandiri atau bahkan masih belum nyaman di tempat dia belajar.
Kenapa ya?

Sebelum orangtua menyalahkan atau menge- judge anak yang bermasalah, maka alangkah baiknya orangtua untuk introspeksi diri. Cobalah cari permasalahan yang sebenarnya.  

Apakah ketidaknyamanan anak dalam belajar berasalah dari lingkungan dia belajar ( guru pembimbing yang kurang menyenangkan, atau ada teman yang selalu mengganggunya ). Atau bahkan dari diri orangtua sendiri yang menyebabkan anak tidak bisa enjoy dalan belajar.

Sistem belajar anak tidak bisa disamakan dengan anak yang sudah SD atau pun SMP. Pada saat anak masih berumur sekitar 3 - 6 tahun,  jiwa mereka masih bermain. Jadi dengan cara bermainlah mereka belajar. Yang dimaksud belajar dengan bermain disini adalah sistem belajar yang fun (mewarnai, bernyanyi, belajar berhitung sambil bernyanyi, dll).  Jadi orangtua tidak bisa memaksakan anak untuk belajar secara serius apalagi sampai memarahinya.

Adapun beberapa alasan yang membuat anak tidak bisa mandiri yang disebabkan dari segi orangtua diantaranya adalah:
  • Rasa khawatir orangtua yang berlebihan. Kekhawatiran orangtua yang berlebihan terhadap anak tidaklah baik untuk perkembangannya.  Anak menjadi tidak mandiri dalam melakukan berbagai macam hal. Misalnya saja melarang anak mandi sendiri karena takut kurang bersih, melarang anak makan sendiri takut berantakan kemana mana.
  • Orangtua serig membatasi aktifitas anak tanpa alasan yang jelas. Terkadang orangtua melihat anak yang sedang melakukan aktifitas, sering mengatakan "jangan" tana memberikan penjelasan yang membuat anak paham mengapa hal tersebut tidak boleh dilakukan.
  • Kasih sayang yang berlebihan akan berakibat fatal. Ingat, kondisi yang seperti ini akan membuat anak menjadi anak yang "peragu". Tidak berani mengambil keputusan dalam kehidupan sehari harinya. Setiap keinginan anak selalu dituruti, anak dibiarkan "duduk manis" sedangkan orangtua sibuk melayaninya.  Pendidikan dengan cara menjadikan anak selayak "raja kecil"  merupakan salah satu alasan mengapa anak tidak bisa mandiri.
Sebagai orantua alangkah baiknya memberikan kesempatan seluas luasnya kepada ajak agar dapat mengembangkan dirinya dengan cara mengerjakan segala hal yang berguna demi perkembangan karakternya.

Kesempatan yang orangtua berikan merupakan salah satu kunci untuk membantu anak memiliki karakter mandiri, percaya diri dan mampu mengerjakan segala sesuatu dengan tanggung jawab penuh.

Semangat terus dalam mendidik buah hati yang tercinta....

Baca Selengkapnya ....

Makna Kasih Ibu Kepada Beta

ditulis oleh : Sri Paryati Monday, 22 December 2014 2 comments
Senyuman Ceria Anak-anak 
Bimbingan Belajar Anak - Pernahkah anda (mama) mendengar permintaan atau rengekan anaknya, mama minta susu, mama temani aku bermain..., mama minta tolong mengambilkan mainan aku..., mama...baju aku basah...., dan masih banyak lagi teriakan teriakan atau panggilan-panggilan mereka.

Bisakah kalian ( anak-anak mama ) menghitung berapa kali menyebut nama mama setiap harinya? Mulai dari bangun tidur, mau mandi, makan, sampai nanti malam kembali tidur.

Merasakan sekali ya kalau semua kegiatan setiap hari tidak pernah bisa lepas dari mama. Mama selalu setia mendampingi kemana saja kalian pergi.

Doa mama selalu beserta anak-anaknya. Dia selalu mendoakan kebaikan untuk anak-anak nya. Ketika anak senang, mama juga ikut senang. Saat anaknya sedih, mama akan jauh lebih sedih dari anaknya.

Mama rela berkorban untuk memilih dirinya yang sakit daripada melihat anaknya yang menderita. Sungguh sangat mulia hati mama. Mama merupakan sahabat setia sepanjang masa bagi anak-anak nya.

Di setiap doa mama, nama anak-anak nya selalu disebut. Ia selalu mendoakan semua kebaikan untuk anak anaknya.  Mama selalu melakukan hal terbaik huat anak-anak nya.

Tanggal 22 desember merupakan Hari Ibu. Happy Mother's day mom.... thank you for everything.  I love you

Baca Selengkapnya ....

Siapa Pahlawanmu Nak?

ditulis oleh : Sri Paryati Saturday, 20 December 2014 0 comments
Tingkah Lucu Anak  
Bimbingan Belajar Anak - Setiap kali ditanya siapa pahlawanmu? Pasti jawabannya tidak sesuai dengan yang diharapkan.  Ada yang menjawab batman, spiderman, transformer, Hulkwonder woman. Itulah yang biasa dijawab anak-anak jaman sekarang.  Tapi apakah mereka pernah bertemu langsung? Pasti belum kan. ... Anak-anak hanya melihatnya di TV, buku cerita atau di Internet.

Ternyata ada superhero lainnya yang jauh lebih keren dan hebat dibanding dengan spiderman dan teman temannya.  Mereka adalah mama dan papa, orang yang selalu berjuang tanpa kenal waktu setiap harinya.

Orangtua menemani anak bermain dan belajar.

Sejak masih dalam kandungan sampai besar, kasih sayang yang mereka berikan membuat anak tumbuh menjadi anak hebat.

Selain orangtua, masih banyak lagi pahlawan hebat yang ada di sekitar kita. Seperti bapak/ ibu guru, polisi, petugas kebersihan, dan masih banyak lagi. Mereka semua disebut pahlawan karena banyak berjasa teehadap orang orang atau masyarakat di sekitarnya.

Sedangkan zaman dahulu,  pahlawan kita juga sangat berjasa.
Mereka melakukan pengorbanan serupa yaitu mengusir penjajah dari muka bumi Indonesia.

Nah, bagi para orangtua setidaknya selalu mengingatkan anak anaknya untuk tidak menganggap tokoh kartun yang mereka lihat di TV merupakan superhero ataupun pahlawan yang harus dibanggakan. Berilah pengarahan dan pengawasan pada saat mereka melihat acara di TV ataupun dimana saja. Lepas dari pengawasan orangtua maka dampak yang didapat akan besar bagi anak di kemudian harinya.

Baca Selengkapnya ....

Tips agar anak laki-laki anda bisa lebih cekatan

ditulis oleh : Sri Paryati Thursday, 18 December 2014 4 comments
Aktifitas Anak Bermain Bersama 
Bimbingan Belajar Usia Dini - Banyak orang yang beranggapan bahwa memiliki anak laki-laki tidak menyenangkan dibanding dengan mempunyai anak perempuan. Maksudnya apa ya? Orang beranggapan bahwa anak perempuan nantinya bisa membereskan dengan membantu pekerjaan di rumah.

Seperti meringankan segala pekerjaan yang biasa dikerjakan oleh ibu, dengan menyapu lantai, membersihkan lantai dengan kain pel, mencuci piring serta pekerjaan rumah lainnya. Sedangkan anak laki laki kerjaannya cuma main, makan dan tidur saja.

Anggapan seperti ini harus dibuang jauh-jauh, coba hilangkan sugesti bahwa anak laki hanya bisa bermalas-malasan saja.

Tidak ada bedanya antara anak laki-laki dengan anak perempuan.

Tergantung dari kita (orangtua) dalam mendidiknya.  Banyak juga anak perempuan yang tidak mengerti dengan pekerjaan rumah, dan banyak juga anak laki-laki yang lebih cekatan dibanding anak perempuan bahkan anak laki-laki bisa meng handle semua pekerjaan rumah.

Bagi anda yang tidak memiliki anak perempuan, jangan takut dan tidak perlu khawatir jika anak laki-laki anda tidak bisa ikut membantu pekerjaan rumah. Mungkin ada beberapa tips agar anak laki-laki anda bisa lebih cekatan dalam membantu pekerjaan ibu dirumah. Tentu saja semua diawali sejak anak usia dini.

Cara Memperbaiki Sepeda Motor

Ketika anak masih kecil, biasakan si anak melakukan hal-hal yang sederhana yang akan berdampak positif  dikemudian hari, diantaranya adalah:
  • Biasakan anak membereskan mainannya sendiri setelah selesai bermain.
  • Ajarkan anak untuk mengambil segala sesuatu seperti baju, sepatu, tas. Ini akan mengajarkan anak untuk lebih mandiri.
  • Libatkan anak dalam pekerjaan rumah, misalnya menyapu lantai, mencuci baju ( meletakkan baju kotor pada tempatnya ), menaruh piring kotor pada tempatnya.
  • Jika anda memiliki pembantu, maka jangan dibiasakan menyuruh pembantu untuk melakukan semua pekerjaan rumah. Hal ini akan membuat anak mengikuti kebiasaan orangtuanya yang selalu tergantung dengan pembantu.
  • Sosok ayah tetap menjadi panutan agar anak tidak keluar dari kodratnya sebagai laki-laki. Beri pengarahan bahwa pekerjaan perempuan juga bisa dilakukan oleh anak laki laki.
  • Anak kecil tentu saja tidak bisa menyelesaikan pekerjaan secepat orang dewasa. Maka dari itu bersabarlah untuk melihat hasil akhir pekerjaan anak. Jangan pernah mengambil alih pekerjaan anak dengan alasan kelamaan atau biar cepat selesai.
Anak laki-laki ataupun anak perempuan sebenarnya sama. Tergantung orangtua yang mendidiknya.
Punya anak laki-laki? Siapa takut?

Baca Selengkapnya ....

Kenapa Anak Lebih Dekat Dengan Papa nya?

ditulis oleh : Sri Paryati Wednesday, 17 December 2014 0 comments
Tingkah Laku Unik Anak 
Bimbingan Belajar Anak - Ketika anak pulang bermain dengan muka ditekuk, sudah pasti ada satu alasan yang membuatnya demikian. Dengan penuh kelembutan mama dan rasa sayangnya, mama mencoba untuk mencari tahu dan bertanya ada apa gerangan? Akan tetapi si anak tetap berdiam tanpa memberikan penjelasan apapun kepada mama. Meskipun mama sudah merayunya untuk bercerita, tetap saja si anak diam tidak mau berbicara.

Anehnya, ketika papanya pulang kerja tanpa ditanyapun si anak bercerita panjang lebar tentang kejadian yang dialaminya pada saat bermain tadi siang bersama temannya. Belum juga papanya duduk melepaskan baju serta sepatunya, si anak bercerita dengan terperinci dari A sampai Z. Ada apa dengan ini? Apakah mama merasakan bahwasanya si anak lebih merasa terbuka dan lebih dekat dengan papanya?  Anak merasa nyaman untuk bercerita panjang lebar kepada ayahnya?

Terkadang secara spontan, si anak memuji papanya jika sang papa membuatkan sesuatu untuk si anak. "Papa hebat deh, kok papa bisa membuatnya?". Kebanggan tersendiri jika mendapat pujian dari anak.

Lalu kenapa anak bisa lebih dekat dengan papa daripada dengan mama? Padahal intensitas waktu bersama lebih banyak dengan mama daripada bersama papa?

Ada beberapa alasan kenapa anak lebih dekat dengan papa daripada dengan mama, diantaranya adalah:
  • Intensitas waktu yang lebih banyak dimiliki mama terkadang "disia-siakan" begitu saja. Menganggap memiliki waktu yang panjang terkadang juga mama tidak menperhatikan anak. Pada saat anak bertanya suatu hal, sang mama tidak menjelaskannya dengan detail atau bahkan tidak menjawabnya dan menyuruh anak untuk diam agar tidak banyak bertanya.
  • Pada saat anak memiliki masalah ( misalnya saja tangan robot mainannya lepas ) dan meminta mama untuk memperbaikinya, yang didapat hanyalah kekecewaan. Bukannya berusaha mencoba untuk memperbaikinya, tapi malah memarahinya. "Tunggu papa pulang untuk memperbaikinya! Mama tidak bisa!".

  • Lain dengan papa. Meskipun pagi hari sudah berangkat bekerja dan pulang sore hari, waktu bersama anak lebih sedikit dibanding mama. Akan tetapi jika seorang papa bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk bersama anak maka si anak juga akan dekat dengan sendirinya. Papa meluangkan waktu untuk bermain, melayani segala pertanyaan serta permintaan anak maka si anak akan merasa dirinya diperhatikan dan disayang. Dengan penuh kasih sayang, papa memperbaiki mainan anak, menjawab segala sesuatu yang ditanyakan dengan bahasa yang mudah dimengerti anak, itu sudah cukup membuat anak bahagia.

  • Intensitas waktu yang banyak bersama anak tidak menjamin si anak akan lebih dekat. Yang bisa membuat anak lebih dekat, lebih terbuka, adalah bagaimana cara kita memanfaatkan waktu bersama dengan anak. Cobalah untuk memenuhi segala sesuatu kebutuhan anak. Ingat, memenuhi kebutuhan disini bukanlah dari segi materi akan tetapi kebutuhan rohani anak.


Apakah anda menginginkan putra atau putrinya lebih terbuka dan lebih dekat dekat dengan anda? Cobalah untuk mengisi hari harinya dengan penuh keikhlasan dan kesabaran.

Semoga bermanfaat....

Baca Selengkapnya ....

Beberapa Hal Yang Harus Diperhatikan Mendidik Anak Cowok

ditulis oleh : Sri Paryati Saturday, 13 December 2014 3 comments
Anak Sering Menangis 
Bimbingan Belajar Anak - Berawal dari ikut ikutan  atau sekedar seru seruan bersama teman teman, akan tetapi jika kebablasan bisa berbahaya juga. 

Zaman sekarang banyak sekali anak cowok yang "melambai", artinya fisiknya cowok tetapi gaya serta penampilannya seperti perempuan.

Lalu bagaiman jika anda mempunyai anak laki laki agar tidak ikut terjerumus menjadi cowok "melambai"?. 

Yang jelas faktor keluarga atau lingkungan sekitar nya juga harus benar-benar mendukung, kenapa begitu?

Karena keluargalah yang paling mengerti tingkah laku anak dalam kesehariannya dan juga dari keluargalah anak bisa menjadi lebih dekat dan akan merasa nyaman.



Hal yang perlu diperhatikan agar anak laki laki anda tidak "melambai", diantaranya adalah:

  • Pada saat anak masih kecil dan masih belum bisa memilih barang kebutuhannya maka orangtua yang harus memilih atau membelikan kebutuhan anak sesuai dengan jenis kelamin anak. Jangan pernah membelikan barang kebutuhan anak laki laki anda serba pink. Karena warna pink identik dengan warna untuk anak perempuan.
  • Tekadang karena begitu terobsesinya untuk memiliki anak perempuan, banyak sekali orangtua yang mendadandani anak laki lakinya seperti perempuan, misalnya saja diberi perhiasan gelang tangan, kalung, cincin. Alasan mereka (orangtua) mendandani anak laki lakinya seperti anak perempuan dengan alasan dia masih kecil toh juga belum mengerti. Hal inilah yang apabila sejak awal dirubah maka akan berakibat yang tidak baik bagi perkembangan anak kedepannya.
  • Berikan mainan sesuai dengan dirinya  ( anak laki laki ). Jangan sampai anak laki laki dibelikan boneka atau mainan masak yang biasa dimainkan oleh anak perempuan.

Yang perlu diingat, mainan yang diberikan kepada anak harus benar benar aman. Jangan sampai membahayakan jiwa anak itu sendiri.

Salah satu mainan yang bisa diberikan kepada anak adalah gasing. Seperti yang dibelikan papa sore ini. Qiral mendapatkan mainan yang selama ini diimpikannya yaitu  Gasing Petarung berwarna biru. Cara bermainnya pun juga cukup mudah. Cukup dengan memasukkan alat penarik dibagian bawah kepala gasing kemudian menariknya maka gasing akan berputar dengan sangat kencang. 
gasing yang dimiliki Qiral adalah TOR BLADE, sedangkan tor blade sendiri ada beraneka macam jenisnya seperti :

  • Dread Dragon
  • Poison Scorpion
  • Wings Falcon
  • Reptile Hydra
  • Antler Goat
  • Blaze Liger
  • Rocky Golem
  • Morthal Shark
  • Thuner Wolf

Harga dari masing masing gasing petarung juga bervariasi, mulai dari Rp. 26.000,00 sampai dengan  Rp. 70.000,00. selain itu, sekarang ini tak perlu takut  bermain gasing bisa meluncur kemana mana, sudah ada papan peluncur atau papan petarung yang dijual belikan di toko-toko mainan dengan harga variatif tergantung besar kecilnya ukuran serta bahan yang digunakan.

Nah, bagi anda yang memiliki anak laki laki, maka didik dan ajarkan gaya serta,penampilan serta tingkah laku seperti anak laki laki pada umumnya. 

Baca Selengkapnya ....

Dampak Dari Memukul Anak

ditulis oleh : Sri Paryati Sunday, 7 December 2014 0 comments
Sayang mama dan papa 
Bimbingan Belajar Anak - Kesabaran memang ada batasnya. Terkadang sesabar apapun seorang ibu, suatu waktu akan teruji juga. Jika nasehatnya yang sudah diberikan berulang ulang tetapi tetap diabaikan oleh anak, tak hayal cubitan mama akan mampir juga ke badan anak. Atau bahkan teriakan mama yang menggelegar keluar dari mulut sang mama. Tujuan mama sebenarnya adalah hanya ingin membuat anak lebih disiplin, tapi ingat.... daya tangkap anak terhadap tingkah laku orang di sekitarnya seperti spons yang bisa menyerap dengan kuat tanpa disaring. Yang ada dampak ke depannya sangat luar biasa bagi anak.

Jika dibuat perbandingan antara pukulan dan pelukan terhadap anak maka bisa dibilang 1 : 100. Yang artinya 100 pelukan yng diberikan orangtua akan kalah dengan 1 pukulan terhadapnya. Memori yang diingatnya adalah pukulan yang perbandingannya jauh lebih sedikit dari pelukan. Mengerikan bukan dampak yang dihasilkan dari satu pukulan tersebut?

Kebiasaan memukul anak bisa langsung terekam pada memori anak. Sesekali coba perhatikan ketika anak perempuan mama bermain boneka dan sesekali juga dia memarahi bonekanya serta mencubitnya. Si anak yang berperan  sebagai mama dari boneka akan mempraktekkan apa yang dilakukan mama setiap hari kepadanya. Selain itu, anak yang sering dipukul akan berperilaku lebih agresif ketika dia menganjak remaja atau dewasa nantinya.

Memukul atau hukuman fisik pada anak tidak bisa membuat anak belajar untuk menyelesaikan konflik dengan cara efektif. Mereka akan memendam rasa marah dan dendam. Yang lebih menakutkan adalah anak  tidak akan bisa menyelesaikan permasalahan yang sama di masa depan.

Memukul akan membuat anak salah dalam menangkap pesan yang salah yaitu tindakan memukul adalah dibenarkan. Yang mereka tangkap adalah memukul pada anak yang lebih kecil adalah diperbolehkan. 

Orangtua yang suka memukul Anak akan menjadi panutan bagi anaknya di masa depan.  Anak akan beranggapan bahwa dengan memukul maka bisa menyelesaikan masalahnya. Oleh karena itu, melihat dampak yang dihasilkan jika orangtua suka memukul kepada anaknya sangatlah besar maka anda sebagai orangtua haruslah menyadari semenjak dini. Memukul anak bukanlah cara yang tepat untuk mendidik mereka menjadi orang yang lebih baik. 

Baca Selengkapnya ....

Makna Hari Ibu "22 Desember"

ditulis oleh : Sri Paryati Saturday, 6 December 2014 4 comments
Happy "mothers day" mama 
Bimbingan Belajar Anak - Siapa yang tidak ingat kalau di bulan ini (Desember) terdapat hari istimewa untuk para bunda. Tanggal 22 desember setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Ibu atau Mothers Day. Nah, seberapa penting sih peran seorang ibu?

Peran ibu sangatlah penting dalam membentuk bangsa yang kuat, meskipun peran ayah dalam mendidik anaknya juga tidak kalah penting. Akan tetapi kenapa ibu memiliki peran yang lebih penting dibandingkan dengan ayah? Ini disebabkan  karena jalinan biologis serta psikologis ibu lebih panjang dibandingkan seorang ayah. Selain itu, sifat alamiah yang dimiliki seorang wanita yaitu cinta dan kasih sayang yang tak pernah ada habisnya. Kelembutan , ketegaran, serta kekuatan yang telah Tuhan karuniai menjadikan ibu memiliki keutamaan dalam hal mendidik anak.

Di masa modern sekarang ini, potret seorang ibu yang diharapkan sudah mulai mengalami ketidakstabilan. Emansipasi wanita yang tidak tepat penerapannnya dan mungkin malah sering kebablasan sehingga banyak ibu yang ikut serta membantu mencukupi kebutuhan keluarga secra materi yaitu dengan berkaris demi ekonomi keluarga.

Terkadang seorang ibu yang memiliki karier beranggapan bahwasanya "tidak apa-apa" apabila dirinya berkarier di luar rumah yang terpenting segala kebutuhan anak tercukupi dan anak tetap bisa bersekolah hingga terkadang melupakan tugas utamanya sebagai seorang ibu yaitu mendidik serta membentuk karakter anaknya.

Dengan sifat "istimewa" yang dimilki seorang ibu maka sudah seharusnyalah kita (ibu) lebih berperan dalam mendidik anak anak kita sendiri, bukanlah guru yang ada di sekolah mereka. Pada dasarnya belajar atau menuntut ilmu bukan hanya di sekolah namun yang lebih utama adalah pembelajaran yang diterima oleh anak atas pembiasaan karakter yang didapatkan di rumah.

Seorang anak kelak akan tumbuh menjadi seorang pemimpin yang seharusnya berakhlak ataupun sesorang yang ahli dibidang sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Ibu sebagai pemeran utama di rumah, yang memilki banyak waktu dibanding ayhnya untuk mebentuk karakter anak dari dini. 

Mendidik merupakan tugas mulia sepanjang masa, khususnya ibu yang menjadi "sekolah" utama bagi anaknya. Ibulah pilar utama dalam proses pendidikan anak. Bahagia dan sukses seorang anak tergantung dari peran ibu sebagai pendidik

Moment hari ibu bsa dijadikan sebuah refleksi bagi setiap ibu ataupun calon ibu di Indonesia untuk menyadari bahwa betapa pentingnya peran mereka sebagai pendidik utama bagi anak anak mereka.

"Wanita (Ibu) adalah tiang negara", yang artinya ibu menjadi poros penting dalam pembangunan suatu bangsa yang bahagia dan sukses.

Selamat Hari Ibu..... 

Baca Selengkapnya ....

Cara Cepat Mengatasi Anak Mengompol

ditulis oleh : Sri Paryati Wednesday, 3 December 2014 2 comments
Bimbingan Belajar Anak 
Ketika masih bayi, mengompol adalah hal yang wajar. tetapi jika anak sudah besar dan masih saja mengompol, ini yang bisa dibilang tidak wajar. 

Biasanya anak usia 5 tahun sudah bisa diajarkan untuk tidak mengompol pada saat tidur.  Berbagi cara bisa dilakukan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan kebiasaan mengompol ketika tidur.

Memang susah ketika anak sudah besar tetapi masih saja mengompol. Bepergian jauh atau menginap ke rumah saudara pasti akan disibukkan dengan kebiaaan ini. 

Terkadang orangtua juga akan malas untuk bepergian karena tidak mau disusahkan dengan kebiasaan mengompol anak. 

Jika anda merupakan salah satu orangtua yang msih memiliki  buah hati mengompol padahal usianya sudah besar, maka hal yang harus diperhatikan adalah :

  • Tetaplah bersabar menghadapi kebiasaan anak tersebut. Jangan pernah memarahinya atau bahkan menghukumnya ketika anak mengompol. Ini disebabkan karena anak belum bisa mengatur kandung kemihnya.  Memarahinya bukan jalan keluar untuk menghentikan kebiasaan mengompol.  Justru ini akan membuat anak semakin tertekan dan stres.
  • Batasilah asupan minum ketika anak ingin tidur.  Apabila anak terlalu banyak minum sebelum tidur maka biasakan juga untuk buang air kecil sebelum tidur.
  • Orangtua harus tanggap, pada saat anak gelisah di tengah lelap tidur maka segeralah mengangkat atau membangunkannya untuk di ajak ke kamar mandi. 
  • Tidur yang terlalu lelap terkadang membuat anak tidak menyadari kalau dia sudah buang air kecil di tempat tidur. Untuk  mengantisipasi hal tersebut maka paling tidak 4 - 5 jam setelah anak tidur cobalah untuk membangunkannya dan mengajaknya ke kamar mandi.
  • Pujian merupakan salah satu penghargaan yang ampuh untuk anak agar tetap bersemangat untuk tidak megompol. Anak akan merasa senang dan bangga karena bisa melewati malam tanpa bau ompol.
  • Buatlah kesepakatan dengan anak bahwa jika mengompol maka konsekuensinya adalah dia harus membantu mencuci sprei, selimut ataupun baju yang terkena ompol. Ini bukan hukuman akan tetapi cenderung ke tanggung jawab. Anak bisa belajar bertanggungjawab dengan apa yang sudah diperbuatnya dengan konsekuensi yang sudah disepakati bersama.
  • lain halnya jika mengompol disebabkan karena alasan medis ( infeksi saluran kemih ), maka hal yang harus dilakukan adalah menghubungi dokter spesialis untuk berkonsultasi.

Semoga bermanfaat bagi anda yang memiliki buah hati  masih mengompol meskipun usianya sudah besar.

Baca Selengkapnya ....

photo of Sri
Sri Paryati @mbak siphe | Google
Bimbingan Belajar Anak
| Contact Email | Disclaimer | TOS/T$C | Prifacy Policy | Copyright of 2016 | Bimbingan Belajar Anak | My Ping in TotalPing.com |