Respon Cepat Ibu Terhadap Keluhan Anak edisi Anak Sering Muntah Berulang

ditulis oleh : Sri Paryati Saturday, 27 June 2015 1 comments
Ruang Pediatrix Medika Permata Hijau
Bimbingan Belajar Anak - Sedih rasanya ketika melihat buah hati kita terbaring lemas di tempat tidur.

Sama halnya dengan qiral, rabu pagi tanggal 24 juni 2015 ketika bangun tidur, dia sudah mengeluh sakit pada perutnya.

Mama pikir mungkin itu hanya rasa sakit karena ingin BAB saja. Karena setelah sekali mengeluh, qiral tidak mengeluh lagi di waktu berikutnya.

Kira-kira beberapa jam berikutnya, lagi sedang asyik bercanda dengan papanya tiba-tiba qiral muntah.

Untuk kedua kalinya mama berfikir mungkin muntahnya karena terlalu asyik bercanda, tertawa terbahak bahak, sehingga membuatnya muntah.





Masa perawatan 
Mama masih tetap mengabaikan kejadian tersebut dan tetap melanjutkan aktifitas ibu rumah tangga seperti biasanya. Akan tetapi setelah muntah yang pertama, selang beberapa waktu kemudian disusul muntah yang berikutnya.

Disitu kekhawatiran mulai timbul. Sedikit panik memang karena muntah tidak hanya sekali dua kali.

Setiap makanan yang masuk pasti perut tidak mau menerimanya.  Jangankan makanan, air putih pun tidak bisa diterima oleh perut.

Respon Cepat Ibu Terhadap Keluhan Anak edisi Anak Sering Muntah Berulang

Dalam waktu sehari semalam, perut qiral benar benar kosong. Kondisi badan normal, tidak panas. Mama terus memberinya air putih agar tidak sampai dehidrasi.




Menu sarapan pagi

Siang harinya mama mengajak nya ke puskesmas terdekat sebagai langkah pertolongan pertama. Oleh dokter diberikan obat anti mual.

Sampai dengan malam hari, muntah tidak berkurang melainkan makin menjadi.  akhirnya qiral kembali lagi dibawa ke dokter. 

Dari kejadian seperti diatas bisa dijadikan pelajaran bagi saya sendiri kedepannya dan juga orangtua yang lain bahwasanya setiap keluhan anak terutama rasa sakit dalam badanya untuk tidak disepelekan.  Segera mungkin merespon nya agar tidak berkelanjutan. Jangan pernah mengabaikan dengan apa saja yang terucap dari mulut anak. Yang ditakutkan adalah, jika suatu saat dia mengalami sakit yang mungkin lebih parah dari sakit yang sekarang, mereka tidak akan mau mengungkapkan rasa sakitnya ke orangtua karena mereka beranggapan bahwa apa yang mereka sampaikan pasti tidak akan mendapat respon dari orangtua.

Nah, sampai sekarang ini apakah anda merupakan salah satu orangtua yang perhatian terhadap buah hati anda?

Baca Selengkapnya ....

photo of Sri
Sri Paryati @mbak siphe | Google
Bimbingan Belajar Anak
| Contact Email | Disclaimer | TOS/T$C | Prifacy Policy | Copyright of 2016 | Bimbingan Belajar Anak | My Ping in TotalPing.com |